🐬 Pilih Hebel Aac Atau Clc
Nah Jika kita membandingkan antara kedua jenis bata ringan AAC dan bata ringan CLC tersebut, tentunya anda telah mengetahui sekarang bahwa bata ringan Autoclaved Aerated Concrete (AAC) atau hebel AAC memiliki banyak kelebihan dan keuntungan yang tidak dimiliki oleh bata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC),
PilihHebel AAC Atau CLC? Cek Penjelasannya. oleh @NBP-SUPPLIER 26 Februari 2021 4 Maret 2022 10 Komentar. baca selengkapnya. bahan bangunan,
BataRingan Hebel. Bata ringan adalah material pasangan dinding yang berbentuk beton ringan yang diproduksi dengan menggunakan teknologi aerasi sehinga mampu menghasilkan batu bata yang memiliki berat jenis lebih ringan daripada Bata merah biasa ataupun batako, ada 2 jenis bata ringan yaitu bata ringan type CLC Cellular Lightweight Concrete dan
Postentang pilih hebel aac atau clc yang ditulis oleh @NBP-SUPPLIER. Lanjut ke konten. Tutup Menu. HOTLINE 📞 082234916555 - 081226895252 - 082125850133. Cari untuk: Cari Facebook; Instagram; Youtube; Distributorhebel. Jual Bata Hebel Harga Hemat. Menu. Beranda; Produk. Bata Hebel. Bata Hebel Priority One;
PerbedaanBata Ringan AAC dan CLC Bata ringan atau bata hebel adalah bata modern yang memiliki berat jenis lebih ringan daripada bata pada umumnya. Di zaman modern ini bata ringan semakin diminati oleh masyarakat untuk pembangunan rumah dan bangunan lainnya.
Andadapat membeli bata ringan atau hebel yang dibuat pabrik dengan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) atau internasional. 2. Pilih yang Warna Putih. Biasanya ada dua varian hebel yang dijual di toko material, yakni Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lighweight Concrete (CLC). Anda disarankan membeli bata ringan jenis AAC.
HebelAAC sendiri memiliki bahan dasar berupa semen, pasir kwarsa, kapur, air, gypsum, dan pasta aluminium, ketika proses pengeringan hebel AAC menggunakan pemanas dengan tekanan tinggi,sehingga produksi bisa lebih cepat, efektif, dan efisien. Sementara hebel CLC sendiri memiliki bahan dasar seperti pasir, semen, air, dan busa.
Hebelbisa jauh lebih ringan dari beton biasa, sebab proses pembuatannya dicampur dengan gelembung udara dengan menambahkan aluminium pasta sebagai bahan pengembang. Ada 2 jenis hebel di pasaran yaitu jenis AAC (Autoclave Aerated Concrete) dan CLC (Cellular Lightweight Concrete). AAC diproduksi oleh pabrik yang menggunakan perlatan mahal
Lebihlanjut bata ringan AAC juga mempunyai massa jenis terendah, rasio kepadatan yang baik, dan kuat tekannya tinggi Ilustrasi : jenis CLC, Kualitas suatu hasil produksi bisa disesuaikan dengan mudah, mulai dari tingkat massa jenisnya 350-1.800 kg/m3 hingga berat jenisnya 1,5-30 N/m2.
j6fW0K. Bata hebel atau bata ringan merupakan jenis material konstruksi bangunan pengganti bata merah yang memiliki bobot ringan jika dibandingkan dengan batu bata lain. Bata hebel ini terbentuk dari campuran bahan-bahan seperti pasir, semen, kimia busa, gypsum, kapur, pasta alumunium, dan air. Proses pembuatannya pun sudah sangat modern karena menggunakan mesin berbagai keunggulannya, bata hebel semakin dicari dan diminati, terutama oleh para arsitek, pengembang atau developer perumahan. Bata hebel yang telah teruji standard SNI ini biasanya digunakan sebagai pondasi utama dalam membuat dinding rumah. Hal ini karena bata hebel bersifat ekonomis dan ringan sehingga terbilang cukup efisien dan cepat untuk digunakan dalam pembangunan proyek rumah, apartemen, hotel maupun proyek properti ringan dan ekonomis, apa saja kelebihan dari bata hebel yang ditawarkan? Dan, apa saja kekurangannya yang perlu diperhatikan? Yuk, temukan jawabannya pada ulasannya berikut ini. Sejarah Bata Hebel Sejak tahun 1923, bata hebel sudah digunakan sebagai material pengganti bata merah di Swedia. Tahun 1943, untuk pertama kalinya Jerman menggunakan bata hebel sebagai material konstruksi bangunan. Saat itu, seorang ahli bernama Joseph Hebel memodifikasi bata ini dengan sangat beragam hingga menjadikan bata yang semakin kuat. Oleh karena itu, bata ini diberi nama Bata Hebel’ untuk menghormati usaha Joseph di Indonesia, bata hebel sudah dikenal sejak awal tahun 1995. Sebelumnya, bata merah lebih digunakan sebagai material pada dinding rumah karena harganya yang relatif lebih murah dari bata hebel. Tetapi, kini sudah banyak yang tertarik menggunakan material bata hebel. Tentunya yang tertarik adalah mereka yang memiliki budget yang tinggi dan berpikir jangka panjang untuk mengaplikasikan bata hebel pada bangunan. Jenis – Jenis Bata Hebel Sebelum menyimak kelebihan dan kekurangan bata hebel, Anda perlu mengetahui jenis-jenisnya terlebih dahulu. Umumnya, terdapat dua jenis bata hebel yang beredar di pasaran, yakni bata hebel Autoclaved Aerated Concrete AAC dan bata hebel Cellular Lightweight Concrete CLC. Untuk membandingkan kedua jenis bata hebel tersebut, simak penjelasan berikut ini. Bata Hebel AACBata hebel AAC merupakan beton seluler yang gelembung udaranya terbentuk dari reaksi kimia. Adapun bahan-bahan AAC umumnya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang atau pengisi udara secara mudah mengenali dan membedakan, Anda bisa melihat jenis bata hebel dari segi warnanya. Bata hebel AAC ini berwarna putih karena terbentuk dari beragam materialnya. Untuk proses pembuatannya, biasanya menggunakan peralatan sederhana di industri rumahan yang kapasitas produksinya tidak begitu material dan proses produksi AAC berbeda dengan CLC, maka bobot AAC cenderung lebih ringan. Tetapi, jika ingin menggunakan bata hebel AAC ini untuk dinding rumah, maka Anda membutuhkan semen khusus, yakni mortar atau thinbed. Bata Hebel CLCBata hebel CLC merupakan beton konvensional yang mengganti material kerikil dengan gelembung udara. Dalam proses produksi, CLC menggunakan busa organik yang kurang stabil sehingga tidak ada reaksi kimia saat pencampuran adonan. Busa atau foam berfungsi hanya sebagai media pembungkus bata hebel AAC berwarna putih, berbeda dengan bata hebel CLC yang memiliki warna abu-abu. Hal tersebut karena CLC terbuat dari material pasir sungai atau pasir tambang. Oleh karena itu, bobot CLC lebih berat dari proses produksi bata hebel CLC menggunakan peralatan yang canggih dan modern sehingga bisa menghasilkan kapasitas produksi yang banyak dengan kualitas yang baik. Jika tertarik untuk memasang pada dinding rumah Anda, CLC ini bisa dipasang dengan semen biasa. Ukuran dan Harga Bata Hebel Umumnya, bata hebel memiliki beberapa tingkat ketebalan, yakni 75 mm, 100 mm, 125mm, 150 mm, 175 mm, dan 200 mm. Semakin tebal bata hebel yang Anda pilih maka akan semakin kuat kekuatan dinding yang dibangun. Namun, apakah semua ukuran tersebut mudah didapatkan? Tidak juga. Ukuran yang paling mudah ditemukan adalah ukuran 75 mm dan 100 penjualan bata hebel menggunakan satuan meter kubik dengan harga yang menyesuaikan dengan daerah Anda. Umumnya, harga bata hebel untuk per 1 m² berkisar antara hingga dengan spesifikasi bata hebel? Simak di bawah 600 mmTinggi 200 mm – 400 mmTebal 75 mm – 100 mmBerat jenis kering 520 kg/m³Berat jenis normal 650 kg/m³Kuat tekan > 4,0 N/mm²Konduktifitas termis 0,14 W/mKTebal spesi 3 mmKetahanan terhadap api 4 jamJumlah per 1 m² 8 – 9 buahBagaimana dengan proses produksinya? Ragam material seperti semen, pasir, dan air diaduk dalam mesin molen. Lalu, campuran bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam mesin foam generator dan diberikan kimia busa. Apabila sudah rata, adonan tersebut akan dicetak seperti proses pembuatan bata merah. Selanjutnya, setelah dicetak adalah proses pengeringan dengan dijemur. Kelebihan Bata Hebel Mengapa bata hebel semakin dicari dan diminati para pengembang atau developer? Tentunya karena material pengganti bata merah ini menawarkan berbagai keunggulan dalam membangun bangunan. Apa saja kelebihannya? Ini Memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan bata biasa sehingga beban struktur menjadi lebih Ukuran yang dihasilkan lebih rapi dan seragam sehingga membuat dinding lebih Memiliki ketahanan yang cukup baik sehingga jika terjadi gempa kemungkinan ambruk lebih kecil dari bata Kedap air sehingga kemungkinan terjadinya rembesan air pada dinding sangat Tahan terhadap Lebih kedap suara sehingga privasi di dalam rumah lebih Lebih hemat penggunaan perekat karena tidak memerlukan siar yang tinggi saat Mudah di-instalasi karena bata hebel lebih mudah dibor atau Lebih mudah diangkut ke lokasi Proses pemasangan lebih cepat dan mudah sehingga menghemat biaya pemasangan dan tentu, biaya membangun rumah Kekurangan Bata Hebel 1. Tidak bisa menggunakan perekat biasa, melainkan membutuhkan perekat khusus, yakni semen instan yang dapat ditemukan di Membutuhkan tenaga pemasang yang berpengalaman dalam memasang bata Harga bata hebel cenderung lebih mahal dibandingkan bata biasa dan biasanya hanya tersedia di toko bangunan besar atau distributor yang Pembelian bata hebel harus dalam jumlah yang banyak m³ Lebih sulit dikeringkan jika terkena Dibutuhkan penggunaan roskam bergerigi untuk menempelkan semen Karena ukurannya yang besar, untuk penggunaan ukuran tanggung akan menyisakan bata hebel yang terbuang. Untuk itu diperlukan perhitungan yang menyimak pemaparan material bata hebel di atas, tentunya Anda sudah mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Pastikan Anda menyesuaikan dengan kebutuhan, budget, serta keinginan Anda dalam memilih bata untuk bangunan. Gaya Eklektik 10 Trik untuk Mendapatkan Dekorasi Eklektik
Pasti Kalian sudah sering mendengar material bata merah, batako, dan bata ringan hebel kan? Jika Kalian sedang merenovasi rumah, pastikan tepat memilih bahan dinding yang satu ini, sesuaikan dengan keinginan dan anggaran yang Kalian miliki. Masing-masing material memiliki karakteristik kelebihan dan kekurangan, sehingga kami di Renovasi Bandung akan mencoba menjelaskan tentang material dinding tersebut. Bata Merah Pasti kalian sudah tahu material dinding yang satu ini. Material Bata Merah untuk dinding merupakan material yang paling sering dipakai dan sudah ada sejak dahulu kala. Bata Merah mudah didapatkan, dan harganya pun terjangkau. Ukuran bata merah standar Panjang 19-24cm; lebar 9-12cm; tebal 5-6cm. Bata merah terbuat dari tanah liat yang di cetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi kering dan berwarna kemerahan. Bata merah merupakan bahan material yang paling banyak digunakan karena sangat mudah didapatkan dan sudah teruji ketahanannya. Terdapat dua jenis Bata Merah di pasaran, yaitu Bata Merah Bakar dan Bata Merah Press Oven a. Bata Merah BakarBata Merah Bakar atau konvensional dibuat secara murni menggunakan tangan manusia dan melalui proses pembakaran dengan sekam. Proses ini akan memberikan tampilan bekas pembakaran sekam pada permukaan batanya yang biasanya berupa bercak putih. Secara bentuk, batu merah biasa memiliki permukaan yang kurang rata dan ukurannya standar. b. Bata Merah OvenBata Merah Oven atau Press dibuat oleh pabrik menggunakan mesin khusus dan tekanan yang tinggi. Proses ini memberikan tampilan bata yang rapi tanpa ada bekas pembakaran dan ukurannya presisi dengan permukaan yang relatif lebih rata. Untuk ukurannya sendiri, bata jenis ini sedikit lebih besar dan juga sedikit lebih berat. Tidak perlu keahlian khusus untuk memasang Bata Merah, perekat nya pun hanya menggunakan adukan semen dan pasir. Spesifikasi Bata Merah Berat jenis kering ? 1500 kg/m3Berat jenis normal ? 2000 kg/m3Konduktivitas termis 0,380 W/mKTebal spesi 20 hingga 30 mmKuat tekan 2,5 hingga 25 N/mm² SII-0021,1978Kebutuhan jumlah bata merah per 1 m2 70 buah 1/2 bata, ukuran standarKetahanan terhadap api 2 jam Kelebihan Bata Merah Ukuran batu bata merah yang kecil memudahkan untuk pengangkutan;Minimal resiko sisa bahan terbuang;Tidak memerlukan keahlian dan bahan khusus;Mudah mendapatkannya;Tahan terhadap suhu panas, sehingga bisa digunakan sebagai perlindungan terhadap api;Harga yang murah;Mudah untuk membentuk bidang kecil;Dapat di expose tanpa pelster dan aci dengan pertimbangan estetika. Kekurangan Bata Merah Sulit membuat pasangan bata yang rapi, sehingga plester dinding cenderung lebih tebal;Bahannya adalah bahan yang menyerap panas saat musim panas dan menyerap dingin saat musim dingin, sehingga suhu ruangan di dalamnya tidak stabil;Cenderung boros dalam menggunakan material perekat;Bata merah adalah material yang cukup berat sehingga menimbulkan beban lebih pada struktur bangunan;Tidak ada merk, sehingga penjaminan kualitas bata lebih sulit;Pemasangan lebih lama. 2. Bata Ringan ALC / AAC / CLC “Hebel” Sering disebut “hebel“, material Bata Ringan sekarang banyak dipergunakan di rumah dan bangunan gedung. Bata Ringan berhasil menjadi bahan alternatif pengganti Bata Merah dengan kelebihan nya. Sesuai dengan nama nya, Bata Ringan memiliki berat yang lebih rendah dibanding material dinding lain nya. Bata ringan adalah material bangunan yang dibuat memakai mesin di pabrik. Bata ini ringan, halus, dan tingkat kerataannya baik melebihi bata merah atau batako press. Sesuai namanya, bata ini diciptakan supaya meringankan beban struktur bangunan. Bata ringan merupakan campuran dari pasir kwarsa, semen, kapur, gypsum, air, dan aluminium pasta sebagai bahan pengembang. Pemasangan bata ringan ini cukup mudah, selain bisa diplester memakai semen dan pasir seperti bata merah dan batako press, bisa juga langsung diberi acian tanpa harus diplester terlebih dahulu. Bata Ringan memiliki ukuran Panjang 60cm lebar 20cm. Sedangkan untuk ketebalan, Bata RIngan 7,5cm; 10cm; 12,5cm; 15cm; dan 20cm. Bata ringan dikenal ada 2 dua jenis Autoclaved Aerated Concrete AAC dan Cellular Lightweight Concrete CLC. Keduanya didasarkan pada gagasan yang sama yaitu menambahkan gelembung udara ke dalam mortar akan mengurangi berat beton yang dihasilkan secara drastis. Lebih lanjut tentang perbedaan Bata Ringan AAC dan CLC dapat dilihat di artikel kami, klik disini. Beberapa produsen merk Bata RIngan AAC Leibel, Citicon, Broco, dll Lebih jauh mengenai penghitungan kebutuhan Bata RIngan akan dibuat di artikel lanjutan. Spesifikasi Bata RIngan AAC Berat jenis normal 650 kg/m3Kuat tekan > 4,0 N/mm2Berat jenis kering 520 kg/m3Tebal spesi 3 mmKonduktivitas termis 0,14 W/mKKetahanan terhadap api 4 jamJumlah kebutuhan bata ringan per 1 m2 8 – 9 buah tanpa construction waste. Kelebihan Bata RIngan Tidak memerlukan spesi yang tebal, sehingga menghemat penggunaan perekat;Pelaksanaannya lebih cepat daripada penggunaan bata biasa;Cenderung ringan daripada bata biasa, sehingga memperkecil beban struktur;Tidak diperlukan plesteran yang tebal;Memiliki kekedapan suara yang baik;Kuat tekan yang tinggi;Dibuat di pabrik dengan mesin modern, sehingga terjamin kualitas nya;Banyak merk produsen Bata Ringan;Tahan terhadap guncangan gempa bumi. Kekurangan Bata Ringan Menggunakan perekat khusus semen instan / mortar;Sulit kering bila terkena air;Ukuran Besar membuat banyak sisa potongan untuk bidang kecil;memerlukan keahlian khusus untuk memasangnya;Harga relatif lebih mahal daripada bata sulit didapat daripada Bata MerahPerlu angkur bata yang cukup banyak;Perlu teknik khusus dalam plester, karena permukaan yang licin;Karena ukuran satuan yang besar dan cukup berat, lebih sulit dalam pengangkutan di ketinggian;Agak sulit menggunakan paku di dinding yang sudah jadi. 3. Batako Press Material dinding yang menggunakan batako macam ini sering kali terbuat dari bahan campuran semen dan pasir kasar yang dicetak secara padat atau di press. Tidak hanya itu, ada pula yang membuatnya dari bahan campuran batu tras, air, dan kapur. Namun, saat ini sudah beredar batako berbahan campuran semen, batu bara, dan pasir. Batu batako kekuatannya lebih rendah jika dibandingkan dengan batu merah, sehingga memiliki kecenderungan terjadinya keretakan dinding, khususnya jika bagian kosongnya tidak terisi dengan adukan spesi. Penggunaan material batako pada dinding kerap membuat bangunan cenderung hangat, bahkan lebih pengap dan panas. Berbeda dengan batu bata merah yang terbuat dari bahan atau material tanah. Batako atau bata press dalam ukuran 1 m2 umumnya berbobot lebih ringan daripada batu bata merah. Begitu juga dengan tekstur yang terlihat lebih halus, serta ukurannya yang lebih presisi daripada batu merah. Sering kali batu bata press memiliki ukuran panjang 36 hingga 40 sentimeter; tebal 8 hingga 10 sentimeter; dan tinggi 18 hingga 20 sentimeter. Umumnya batako press dipilih untuk meringankan struktur bangunan, kemudian mempercepat pengerjaan, dan meminimalisir sisa-sisa material atau bahan yang terjadi si saat proses pemasangan dinding bangunan. Bahan baku yang dipakai pada pemasangan batako press, antara lain mortar yang komposisinya semen PC dan pasir ayak. Spesifikasi Batako Press Berat jenis kering ? 950 kg/m3Berat jenis normal ? 1000 kg/m3Kuat tekan 5,5 N/mm²Konduktivitas termis 0,339 W/mKTebal spesi 20 hingga 30 mmDaya tahan terhadap sengatan api 4 jamKebutuhan jumlah batako press per 1 m2 ? Kelebihan Batako Press Pembuatan mudah dan ukurannya bisa besar, sehingga waktu dan biaya pemasangan pun lebih press lebih gampang di sesuaikan, karena gampang di potong. Biasanya juga di gunakan untuk sambungan-sambungan bata yang lebih pada rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 hingga 12 digunakan, batako press tidak perlu direndam pengerjaan rapi, tidak perlu setiap 1 meter persegi, membutuhkan batu batako yang lebih sedikit di bandingkan saat anda menggunakan batu bata jadi bisa lebih hemat!Yang berlubang bisa untuk ventilasi air, sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air pada bangunan. Kekurangan Batako Press Mudah dilubangi dan mudah pecah karena terdapat lubang pada bagian sisi dalam batu terjadi retak rambut pada baik jika digunakan untuk insulasi panas dan suara.
HomeMaterial5 Tips Memilih Bata Ringan Hebel yang Berkualitas Bagus, Seperti Apa Sih?Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Rumah berfungsi sebagai tempat berlindung, tempat beristirahat, sekaligus tempat pemberi rasa aman. Anda sekeluarga bisa tinggal dengan tenang dan nyaman ketika berada di dalam rumah. Bahkan sebagus-bagusnya rumah orang lain, jauh lebih nyaman pada saat Anda tinggal di rumah sendiri. Oleh sebab itu, semua orang membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal bersama 3 jenis rumah berdasarkan tipe bangunannya yaitu rumah permanen, semi-permanen, dan non-permanen. Rumah permanen adalah rumah yang seluruh bagian konstruksinya sudah bersifat permanen/menetap. Rumah ini menggunakan dinding yang terbuat dari susunan batu bata, batako, atau bata ringan hebel. Mayoritas rumah saat ini dibangun dengan konsep permanen supaya bangunannya kokoh, benar-benar aman, dan tahan bisa menggunakan bata ringan hebel untuk mendirikan dinding bangunan. Bata ringan merupakan alternatif bahan bangunan sebagai pengganti batu bata dan batako. Material ini mempunyai kelebihan tersendiri. Di antaranya yaitu bobotnya lebih ringan, ukurannya besar, bentuknya presisi, dan mampu menghemat biaya pembangunan. Kini bata ringan hebel bisa ditemukan di berbagai toko bangunan dengan sangat Anda tidak asal-asalan dalam membeli bata ringan hebel. Lakukan pemilihan secara tepat untuk menemukan bata ringan yang kualitasnya paling bagus. Ikuti kiat-kiat sebagai berikut!Kiat 1. Pilih Hebel yang Berwarna PutihTerdapat 2 jenis bata ringan yang beredar di pasaran yaitu AAC Autoclaved Aerated Concrete dan CLC Cellular Lighweight Concrete. Kami sarankan belilah bata ringan tipe AAC. Jenis bata ringan ini dapat dikenali dari warnanya yang putih bersih. Bata ringan AAC sebaiknya dipilih sebab terbuat dari pasir silika. Berbeda dengan bata ringan CLC yang memakai pasir biasa sebagai bahan bakunya sehingga berwarna abu-abu. Pasir silika tentu memiliki kekuatan yang lebih 2. Beli Produk Hebel yang BermerekSebenarnya proses pembuatan bata ringan itu tidak terlalu sulit. Kami bahkan sudah pernah memberikan panduan pembuatannya. Itu sebabnya, semua orang bisa membuat hebel sendiri asalkan dia mau. Sayangnya produk yang dibuat secara individual ini tidak mempunyai kualitas yang jelas karena belum melewati tahap uji laboratorium. Hal ini membuat mutunya sama sekali tidak terjamin. Untuk menghindarinya, usahakan Anda membeli hebel bermerek yang dibuat oleh 3. Lakukan Pengujian Mutu SendiriAnda juga bisa melakukan pengujian secara sederhana untuk mengetahui mutu dari suatu produk bata ringan. Cobalah Anda menancapkan paku pada bata ringan tersebut. Semakin sulit paku menancap, maka semakin bagus pula kekuatan yang dimilikinya. Kemudian cobalah Anda jatuhkan bata ringan tadi pada ketinggian 1 m di atas tanah. Jika bata ringan tetap utuh setelah dijatuhkan, maka Anda tidak perlu meragukan lagi tentang kualitasnya. Bata ringan tersebut pasti sangat kuat dan 4. Pastikan Bentuknya PresisiKeunggulan utama yang dimiliki oleh bata ringan yakni mempunyai bentuk yang benar-benar presisi. Bahkan kalau dibandingkan dengan bentuk batu bata maupun batako, bata ringan ini memiliki bentuk yang jauh lebih baik. Manfaat dari bentuk presisi tersebut adalah Anda tidak perlu melakukan pekerjaan plesteran sebab permukaan dinding yang terbentuk sudah rata. Anda hanya perlu mengacinya saja untuk menghaluskan permukaan dinding tersebut sebelum dilakukan pengecatan atau pemasangan wallpaper 5. Cek Keaslian Bata RinganJangan salah sangka. Kenyataannya produk bata ringan pun dapat dipalsukan. Kini bahkan sudah banyak produk bata ringan palsu, tiruan, atau KW yang dibuat oleh para oknum penipu. Tujuannya tentu saja untuk mengeruk keuntungan pribadi. Apalagi harga batu ringan lebih mahal daripada batu bata dan batako serta tingkat permintaannya pun tinggi. Salah satu ciri-ciri bata ringan yang asli adalah terapung di dalam air. Hal ini dikarenakan adanya gelembung-gelembung udara yang terjebak di dalamnya.
pilih hebel aac atau clc